kedai kopi

Tampilkan postingan dengan label kedai kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kedai kopi. Tampilkan semua postingan
Unknown
Cethe adalah sebuah seni melukis diatas Batang Rokok sebagai bentuk ungkapan jiwa. Kedai ADA KOPI KRIAN merupakan wadah untuk mengekspresikan karya seni ini dalam rangka menumbuhkan jiwa seni para pemuda nusantara.
Berikut Galery Kompetisi Cethe yang diadakan oleh kedai kami :

Unknown
Hallllo Sobat ADA KOPI yang penuh Inspiratif, Sudah Ngopi-Kah saat ini??? Jika belum Yuuuuk Ngopi di ADA KOPI KRIAN hehehehehehe sedikit Promosi :) . Pada kesempatan yang penuh bahagia kali ini kami akan mengupdate menu minuman di Kedai Sederhana ini, Yaitu minuman di Dua ALAM ( wuihhhhhh sereeeem!!! ), eits maksutnya minuman Panas dan Dingin hehehehe... Adapun Menu minumannya sebagai berikut :

Unknown
Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Tuhan Semesta Alam yang sudah memberikan keberlimpahan anugerah pada kami  sehingga dengan anugerah kasih sayangNyalah kami diberi kemampuan untuk mengelolah amana berupa Kedai Kopi yang kami beri nama " ADA KOPI ", semoga dengan hadirnya kedai kopi ini bisa memberikan manfaat pada sekitar.
Adapun fasilitas yang bisa kami suguhkan sebagai berikut :
Unknown
Singkatan WARKOP adalah Warung Kopi, biasanya warkop menyuguhkan kopi dengan beraneka ragam pilihan kopi sachet dari beberapa perusahaan kopi yang terkemuka, selain harga murah keuntunganpun luar biasa sertasecara penyajian sangat sederhana hal inilah yang menjadikan para pedagang kopi lebih memilih menjual kopi sachetan daripada kopi asli.
Unknown
Arabica dan Robusta adalah dua spesies kopi yang berbeda. Perbedaan umum terletak pada rasa, kondisi di mana dua spesies itu tumbuh, dan perbedaan ekonomis.
Unknown

Kopi arabika (Coffea arabica) berasal dari hutan pegunungan di Etiopia, Afrika. Di habitat asalnya, tanaman ini tumbuh dibawah kanopi hutan tropis yang rimbun. Kopi arabika banyak ditumbuh di dataran dengan ketinggian di atas 500 meter dpl.
Unknown

Kopi robusta berasal dari kata ‘robust’ yang artinya kuat, sesuai dengan gambaran postur (body) atau tingkat kekentalannya yang kuat. Kopi robusta bukan merupakan spesies karena jenis ini turunan dari spesies Coffea canephora.
Unknown
10 Kota Terbaik di Dunia untuk Ngopi




TEMPO.CO, Jakarta - Banyak cara menikmati kopi. Bagi pecinta kopi sejati, tak penting tempat mentereng untuk menikmati seduhan minuman berkafein yang dihasilkan dari biji kopi pilihan ini.
Situs USA Today mengumpulkan 10 tempat terbaik yang menyediakan kopi kualitas nomor wahid. Beberapa mungkin membuat Anda mengernyitkan kening, karena berada di negara bukan penghasil kopi.
Berikut ini daftarnya versi media ini:

Wina (Austria)
Banyak kota yang sangat bangga dengan budaya kafe mereka, tetapi hanya Wina yang bisa mengklaim status UNESCO. Pada tahun 2011, Wina Coffee Culture House menerima peringkat sebagai Warisan Budaya Non-benda organisasi ini.
Sejak abad ke-17, kafe penuh meja marmer dan kursi Thonet menjadi ikon menikmati secangkir kopi di kota ini. Dengan lebih dari 20 minuman kopi, Anda bisa memilih sesuai selera. Namun, bersabarlah kalau pelayanan agak lama, karena pelanggan membludak setiap hari. 

Cobalah:  Cafe Central dan Cafe Landtmann.

Seattle (AS)
Suka atau tidak suka, kota ini adalah kampung halaman Starbucks. Namun tak harus di kedai kopi yang mendunia itu untuk menikmatinya. Cobalah kafe independen di seluruh kota, dan Anda akan mengangguk setuju mengapa Seattle mendapat penghargaan tertinggi Travel + Leisure, daftar kota-kota dengan kopi terbaik di AS. Kota ini secara resmi juga menduduki peringkat tertinggi sebagai kota paling berkafein di AS, karena banyaknya kedai kopi di sini.

Cobalah: Zoka dan Caffe Vita.

Havana (Kuba)
Di Kuba, kopi adalah kelompok makanan sendiri. Bagi banyak warganya, "sarapan" pertama mereka adalah kukusan secangkir kecil Cafe Cubano - espresso dicampur dengan gula - atau Coradito, espresso dengan susu di atasnya.
Produksi kopi Kuba kini mengalami penurunan, dan karenanya ekspor disunat karena permintaan dalam negeri tak pernah surut. Warga Kuba di pengasingan di Miami, AS, meneruskan tradisi ini dengan membuat kota itu sebagai surga Cafe Cubano dengan rasa otentik.

Cobalah: Cafe El Escorial dan Cafe de las Infusiones..

Melbourne (Australia)

Melbourne adalah ibukota kopi Australia. Mungkin jalan panjang harus ditempuh untuk menghasilkan secangkor kopi ala Melbourne, karena Australia jelas bukan produsen kopi. Tetapi, kian banyak orang menyebut kopi Melbourne yang terbaik, dan juga merupakan cara yang tidak ada duanya untuk melawan jet lag.

Cobalah: Seven Seeds dan Proud Mary.

Lisbon (Portugal)
Berjalan-jalan di kota ini, sempatkan  mendapatkan pengalaman menikmati kopi dengan menuju ke sebuah kafe, duduk santai, dan pesanlah a bica. Kopi hitam ini lebih dalam rasanya dari espresso dan dibuat dengan cara dipanggang dengan api rendah  dan lambat - tradisi yang diyakini menghasilkan rasa yang berkualitas.

Cobalah: Cafe A Brasileira, kafe di Miradouro de Sao Pedro de Alcantara, atau kedai kopi dekat hotel Anda.

Portland (AS)
Peringkat kedua daftar Travel + Leisure adalah Portland. The New York Times menyebut kopi Portland "paling dalam" rasanya.

Cobalah: Coava dan Water Avenue.

Oslo (Norwegia)
Oslo  menciptakan kembali kopi dalam cara yang sangat baik. Hasil panggangan kopi di Oslo ini sangat ringan, mengubah secangkir kopi pada rasa yang fantastis.

Cobalah: Tim Wendelboe dan Mocca Kaffebar & Brenneri.

Sao Paulo (Brasil)
Brasil menghasilkan hampir 40 persen dari kopi dunia. Di sini, hampir semua orang punya resep yang sempurna untuk secangkir. Jika biasanya negara penghasil kopi tak selalu bisa menyeduh kopi sehingga rasanya spektakuler, Tak demikian dengan Brasil.

Cobalah: Coffee Lab dan Cafe Floresta.

Vancouver (Kanada)
Di dunia perkopian, konon barista jempolan dunia adalah jebolan kafe di kota ini. Barista Vancouver mampu membuat secangkir kopi rasa terbaik dari varietas kopi yang dipilih dengan cermat menggunakan serangkaian prosedur tertentu. Bahkan menikmti secangkir kopi di kedai kopi kecil di kota ini, rasanya tak terkatakan sebelumnya.

Cobalah: Forty Ninth Parallel dan Revolver.

Taipei (Taiwan)
Ya, Taipei. Kota di Asia Timur ini dikenal dengan budaya kafe dan minuman kopi. Kopi merupakan bagian dari warisan nasional Taiwan. Tak hanya teknik pemanggangannya yang sempurna, teknik penyeduhannya pun khusus, membuat kopi yang dihasilkan betul-betul prima.\
Sumber : http://travel.tempo.co/read/news/2012/11/02/201439205/10-Kota-Terbaik-di-Dunia-untuk-Ngopi
Unknown
1388975558454745152 
Penulis: Rudy Widjaja


Penerbit: Bhuana Ilmu Populer, 2013
Kategori: Bisnis/Biografi & Profil Bisnis
ISBN:978-602-249-494-2
“Life is too short for bad coffee.”
Warung Tinggi Coffee adalah warung kopi paling legendaris di Indonesia. Berdisi sejak 1878. Kopi kental yang kaya rasa dan terbuat dari biji-biji unggulan dari seluruh Indonesia adalah andalannya. Mutu adalah jaminannya. Kepuasan penikmat selalu menjadi prioritasnya. Jika Anda belum mengenal Warung Tinggi Coffee, Anda belum pantas disebut sebagai penikmat kopi sejat. Jika Anda belum membaca buku ini, Anda belum pantas menyebut diri sebagai pecinta kopi.
Konon, Khaldi, penggembala kambing yang hidup di Ethiopia pada sekitar 300 M, adalah orang yang pertama kali menemukan kopi. Suatu hari, Khaldi mencermati bagaimana kambing-kambing peliharaannya menjadi lebih bersemangat setelah memakan buah-buah merah tanaman kopi.
Rasa penasaran mendorong Khaldi untuk mencoba buah-buah merah itu. Dan, setelah merasakan efeknya, ia menceritakan pengalaman itu kepada orang-orang yang ditemuinya.
Semakin lama, semakin banyak orang yang mengetahui khasiat buah-buah merah tanaman kopi. Tidak hanya itu, mereka juga menyadari bahwa ternyata biji buah tersebut dapat dipanggang dan dijadikan minuman yang nikmat, yang memberi khasiat yang sama dengan buahnya.
Kini, kopi tidak hanya diminum demi khasiatnya saja, dan minum kopi juga bukan hanya kebiasaan sebagian orang, melainkan sudah menjadi gaya hidup, terutama di kota-kota besar. Bisa dikatakan kopi telah menyatu dalam pembuluh darah manusia kota supersibuk. Tanpa kopi, mereka seolah tidak dapat berfungsi dengan baik.
Banyak jenis kopi olahan diciptakan untuk mengakomodir beragam selera yang muncul pada zaman ini, berbagai kafe dan kedai kopi pun menjamur di mana-mana. Tentu saja, semua itu adalah jawaban atas munculnya seribu satu jenis pengopi, mulai dari penikmat kopi sejati hingga penikmat kopi yang hanya ngopi demi pergaulan.
Di antara sekian banyak kedai kopi di Jakarta, ada satu perusahaan kopi tertua di Indonesia yang terletak di bilangan Hayam Wuruk. Warung Tinggi Coffee, begitulah namanya, dibangun sejak 1878 dan memiliki sejarah panjang dalam dunia perkopian. Sejarah panjang yang lahir dari kecintaan pendiri dan para penerusnya terhadap minuman bernama kopi ini telah melahirkan beragam jenis kopi murni berkualitas yang tidak hanya terbukti dapat mengikuti tren zaman, tetapi juga tetap unggul dalam tekstur dan cita rasa.
Warung Tinggi Coffee memang bukan sembarang penyedia kopi. Kopi telah mendarah daging dan menjadi napas pemilik dan para penerusnya. Mereka percaya bahwa ada filosofi yang dalam di balik warna kopi yang pekat, yang hanya dapat dimaknai para penikmat sejatinya.
“Kopi bukan hanya masalah aroma, seperti kebanyakan kopi yang beredar sekarang ini, melainkan lebih mengenai rasa,” demikian Rudy Widjaja, pemilik Warung Tinggi Coffee, berkata. Seperti halnya manusia, kopi juga memiliki karakter. Dan, Warung Tinggi Coffee adalah jaminan kopi berkarakter yang hanya menawarkan kepuasan sejati kepada penikmatnya, bukan sekadar di lidah, melainkan di sekujur tubuh.
***
Pada 1878, seorang laki-laki bernama Liauw Tek Soen mendirikan sebuah kedai kopi di Jalan Moolen Vliet Oost (Batavia)—yang sekarang dikenal dengan nama Jalan Hayam Wuruk—di atas tanah seluas 500 meter persegi yang lebih tinggi daripada lahan di sekitarnya.
Sebagian besar bangunan dibuat dengan kayu jati, dengan arsitektur yang unik dan dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian paling depan untuk tempat berdagang, yang di kanan dijadikan warung nasi, di kiri untuk toko kelontong. Bagian tengah dipakai untuk berdagang jahitan karya Liauw Tek Soen yang pada masa itu dikenal pandai menjahit.
Ruang dalam dibagi menjadi beberapa bagian. Di kiri dan kanan bagian tengah terdapat kamar tidur, di tengah-tengahnya adalah ruang tamu. Di sana, terdapat tangga kayu menuju lantai dua, tempat menyimpan barang-barang kebutuhan usaha.
Di bawah tangga terdapat ruang kecil yang terbuat dari beton berukuran tiga kali dua meter yang dilengkapi dengan pintu besi. Ruang antiapi ini adalah tempat menyimpan uang, barang-barang berharga, dan surat-surat penting.
Di bagian tengah bangunan yang berada di sisi selatan dibuat ruang terbuka yang diberi terali besi, berguna untuk melancarkan sirkulasi udara di dalam bangunan. Juga, ada ruangan yang dijadikan tempat sembahyang yang dilengkapi dengan sumur.
Di sisi utara bangunan terdapat tempat tinggal untuk karyawan. Di bagian ini terdapat anak tangga ke atas, tempat menjemur kopi.
Bagian terakhir adalah bagian belakang, terletak di sebelah timur, digunakan sebagai tempat menyimpan bahan bakar.
Bangunan yang kemudian dikenal dengan nama Warung Tinggi ini menghadap ke sungai Ciliwung dengan jembatan yang terbuat dari batang-batang pohon kelapa, yang menghubungkan Jalan Hayam Wuruk dengan Jalan Gajah Mada. Sedianya, di sungai inilah penduduk setempat mandi, mencuci, dan melakukan beragam aktivitas lainnya yang berkenaan dengan air, diselingi getek-getek bambu yang berseliweran, transportasi untuk menyeberangi sungai.
Di belakang Warung Tinggi terhampar sawah yang sangat luas, yang di kemudian hari menjelma menjadi Jalan Sawah Besar. Di sekitar sawah tampak rumah-rumah penduduk yang mata pencahariannya mengolah sawah-sawah tersebut.
Dibandingkan bangunan-bangunan lain di sekitarnya, Warung Tinggi memang tampak tinggi dan megah sehingga orang-orang sekitar menamainya berdasarkan ciri tersebut—Warung Tinggi. Di tempat inilah orang-orang berbelanja. Di tempat ini jugalah mereka duduk-duduk santai sambil menikmati makanan ringan dan secangkir kopi dengan mengangkat sebelah kaki. Setelah kopi pesanan siap di meja, kopi yang masih mengepul-ngepul itu pun dituang ke tatakan, ditiup-tiup, kemudian diseruput, dengan begitu ampasnya tidak ikut terminum. Seperti inilah cara menikmati kopi yang sangat nikmat pada zaman itu. 
Sumber : 
http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/01/06/warung-tinggi-coffee-warung-kopi-legendaris-indonesia-sejak-1878-624459.html 


DAFTAR ISI

ARSIP BLOG

ADA KOPIReview: by Andra & AriAda Kopi Krian adalah kedai kopi unik dikecamatan krian sidoarjo yang menyuguhkan kopi asli khas nusantara at Mywapblog Inc rating 5.0 / 5 Ada Kopi Krian| Kopi Nusantara | Kedai Kopi| Komunitas Penikmat Kopi